30
No
Tutorial Melakukan Prediksi di Dalam Pertandingan Bola
30.11.2016 07:42

Saat menyaksikan perbandingan sepakbola dalam layar muka kita kerap disajikan aktivitas tebak skor yang dijalani para pakar. Walau memikat, saya tidak percaya tebak skor adalah sesuatu yang seharusnya dijalani.

Kalau selevel[cak] untuk fun and games bolehlah, namun demikian tentu tidak perlu dianggap serius karena tidak ada pendek logika yang cukup untuk menebak skor akhir 1 buah pertandingan.

Eksentrik dengan menebak siapa menyunggi yang dengan menang -- atau jika pertandingan akan berakhir dengan seri. Mereka seperti itu natural saja dijalani, walau di dalam akhirnya sepak bola itu buntar sehingga pemenang pun kadang kala kali melenceng diprediksi. Mengapa? Karena ada tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini saya akan danai beberapa tips membuat prediksi yang tertentu. Bukan berarti saya selalu benar di dalam memprediksi sebuah pertandingan. Tentu saja tidak, walaupun dengan terbatas berbangga (sediiiikit saja) beta memiliki rekor kebenaran antisipasi yang sempurna tinggi: pada umumnya 3 atas 4 antisipasi saya serasi kenyataan.

2 bulan sebelum terjadi, beta memprediksi akan terjadi All German kesimpulan di Perhubungan Champions. Pada final, termasuk di depan ribuan warga Surabaya yang tumpah sebuah acara nonton membarengkan, saya meneka Bayern Munich akan menundukkan Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben sebagai penentu kemajuan. Sebelum ini saya pun meyakini bahwa Atletico Madrid akan merajin Copa Del Rey. Belakang, saya mengibaratkan Belanda dengan mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin abdi tekankan di sini adalah; antisipasi bisa benar bisa salah, tapi yang penting 1 buah prediksi telak harus punya dasar logika atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, sebuah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, sebuah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang sah maka unsur keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap sekadar tidak bisa diprediksi dengan 100%, malahan prediksi menyerempet skor konklusi. Akan tetapi, presentase kemungkinan kejituan prediksi merabung tajam.

Aku ajak Anda untuk menyelidiki beberapa prediksi terakhir beta guna menerangkan beberapa prinsip penting yang saya tetap akan produktif bagi Kamu saat mengetes memprediksi festival.

Di antara bayangan yang saya sebut pada atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena tendangan Real Madrid berkali-kali menyerempet mistar gawang Atletico]. Meski pun demikian ada logika di belakang bayangan tersebut: Atletico juara walau Real Madrid jauh lebih berkualitas. Perangkat masa mewartakan ketidakrukunan tokoh Madrid beserta pelatihnya, Jose Mourinho, & bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Dari media heran saya merekam kabar jika Ronaldo & Mourinho pula tidak sesuai (berita menyerempet hal ini baru terserondok di Indonesia beberapa zaman lalu). Serupa pelatih beta paham sahih arti keragaman tim dalam dan pada luar vak dan dampaknya bagi performa tim. Sesuatu ini ditambah faktor Falcao yang pada itu on fire, yang membuat saya deging memilih Atletico sebagai pemimpin.


Tips bayangan 1: Pertimbangkan suasana pada tim, bahkan saat satu turnamen berjalan di mana pemain harus terus rapi tanpa mampu menghindari rekan-rekannya.

Tip antisipasi 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Prediksi Bola Inggris Saat turnamen berlangsung ataupun saat festival cup, kemonceran striker demi menentukan. Ketika pertandingan perkongsian kualitas sela panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta semua elemen tim lainnya. Tatkala laga cup/turnamen kemonceran striker lebih mengukuhkanmenjadikan, walau daya keseluruhan menjimbit juga pantas dipertimbangkan.

Ketika memprediksi penguasaan Belanda 3-0 atas Indonesia saya menjaga hati nurani. Berdasar pada subjektif aku membela Indonesia tentunya. Namun, saat memakai kacamata bertato objektivitas, kita semua wajar setuju kalau Belanda tersendiri di atas Indonesia. Dulu mengapa bukan memprediksi skor akhir yang lebih nyata? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat namun Indonesia bakal bermain melimpah gairah, jadi akan sanggup mereduksi pertikaian kualitas. Oleh sebab itu, skor sedikit atau besar bisa pula diprediksi secara sound logic -- namun kebenaran skor akhir yang spesifik, yakni 3-0, merupakan keberuntungan semata.

Tips antisipasi 3: Hindari membela sebuah tim tatkala membuat perkiraan. Kita mampu selalu berharap tim tali jiwa kita unggul, tapi saat membuat dugaan tentu mantik harus diutamakan di atas fanatisme kukuh.

Saya tersenyum saat mengatakan di satu buah media perihal tentang persamaan-persamaan final Persatuan Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi spesialis terakhir periode. Banyak pembaca saya yakin terpancing untuk memprediksi kelebihan Dortmund menurut fakta-fakta tersebut. Mereka terbalik bahwa fakta-fakta tersebut mempesona dan memang benar memilikinya, namun gak memiliki kolerasi apapun dengan pertandingan kesimpulan Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah fenomena dengan fenomena yang lain adalah salah satu contoh dari sekian banyak tingkah fallacy of logic.

Tips prediksi 4: Jangan terperosok para pewarta yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang sifatnya sebatas entertainment (menarik), akan tetapi dijual seakan akan pantas menjadi landasan membuat satu buah prediksi festival.

Dalam vokal yang sama statistik pertandingan antara Dortmund vs Bayern pun dimunculkan lalu bertahun-tahun kincit. Karena silsilah statistik Dortmund memang megah saat menjaga Bayern, tidak sedikit yang kemudian menilai BVB akan dapat mengalahkan Bayern di pucuk Eropa. Hal ini menyimpangan. Mengapa? Karena statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan mutakhir. Statistik prolog musim pula biar tidak mampu dengan rambang menjadi tonggak. Perkembangan ke-2 tim mulai pertemuan terakhir perlu dipertimbangkan.

Tips dugaan 5: Manfaatkan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Dikau pada statistik pertandingan renggangan kedua menjulang yang paling dekat dengan saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) ke-2 tim dengan keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini aja.

Karena bayangan saya kerap saya tampilkan di twitter (@coachtimo), penuh pihak memohon saya meneka berbagai pertandingan lainnya. Mayoritas saya abaikan atau saya tolak dengan alasan kurang paham hal kekuatan ke-2 tim. Alasan saya itu senafas secara tips bayangan berikut.

Tips prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat antisipasi tanpa dilatar belakangi kabar dan warta yang elok mengenai kru atau liga tersebut. Pada waktu bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari memproduksi prediksi tentang MU vs Chelsea. Kalian mustahil jadi pakar mengenai semua perkongsian yang tersedia. Akui sekadar.

Tips prediksi 7: Kalian juga gak seharusnya menenung setiap festival. Ada waktunya pertandingan luar biasa sulit diprediksi. Analisa Dikau deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua menjimbit menurut Dikau 50-50. Pada waktu sudah begitu tahan diri, hindari memaksakan diri menghasilkan prediksi. Secara demikian prosentase kejituan antisipasi anda mau meningkat.

Masih banyak proporsi lainnya yang bisa dan patut digunakan dalam membuat sebuah antisipasi yang terhormat. Karena keterbatasan tempat abdi berhenti cukup di sini dulu.

Ingat: 1 buah prediksi yang berkelas bukan melulu ditentukan oleh kesahan prediksi itu. Sebuah antisipasi yang berkualitas, baik betul maupun cela, seharusnya dinilai dari reason atau poin analisa yang ada pada belakangnya.

Comments


Free website powered by Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!